Yeah, this is Me. Si pecinta warna biru dan pembenci kebisingan namun tetap mencintainya.Yang kulakukan hanyalah memandang langit biru, memakai topeng dan berharap. Setiap orang bisa tidak memiliki apapun, namun mereka harus memiliki sebuah harapan. Meski kadang aku tak yakin dengan harapanku sendiri.
Aku hampir tak punya jati diri.
Panggil aku Blue. Itu nama samaran.
Aku menjalani hubungan dengan pria yang hampir perfect. Di kejar banyak wanita, aku akan menceritakan sedikit about my stupid relationship.
Aku memang jarang memperhatikan dia, tapi setiap wanita sering memberikan kode, berharap sang pria memperhatikan kodenya. dan di saat sang pria tak memperhatikan kode. Para wanita menjadi marah.
Aku rasa itu goblok sekali. But, inilah kaum hawa yang selalu ingin di mengerti dan merasa tersakiti. Karena kaum hawa lemah dan lebih memakai perasaan, jarang memakai logika.
Dan hubunganku...
Sepertinya dia mulai bosan, dan ketika dia bosan. Aku telah jatuh cinta sepenuhnya kepada dirinya.
Miris sekali.
Kami sedang menjalani hubungan jarak jauh, aku tidak bisa lagi memperhatikannya secara diam-diam. Dan mungkin, di suatu tempat dia sedang bersama wanita lain yang tak ku ketahui.
Biarlah.
Apapun yang kulakukan hanyalah tetap percaya dan berharap bahwa dia tak melupakan janjinya.
Untukmu priaku
Apapun yang kau lakukan di sana, aku mohon. Jangan berpaling dari wanita bodohmu ini.